Lulus Uji BUSS Kementan, Dua Varietas Khas Klaten Raih Hak PVT

    Lulus Uji BUSS Kementan, Dua Varietas Khas Klaten Raih Hak PVT

    Klaten – Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian (PPVTPP) menerbitkan hak perlindungan varietas tanaman (PVT) untuk dua varietas khas Klaten, yaitu varietas Rojolele Srinar dan Rojolele Srinuk. Kedua varietas itu disebut telah lulus uji BUSS, yaitu uji untuk menilai kelayakan varietas dalam mendapatkan hak PVT dengan memenuhi unsur  baru, unik, seragam, dan stabil.

     
    "Kementan telah menerima permohonan hak PVT Pemerintah Kabupaten Klaten untuk varietas tanaman Padi Rojolele Srinar dan Rojolele Srinuk. Setelah melalui sidang komisi PVT, kedua varietas itu dinyatakan lulus uji dan Pemkab Klaten mendapatkan hak PVT atas dua varietas tersebut, ” ujar Kepala Pusat PVTPP Kementan, Erizal Jamal, pada keterangan pers pada Jumat, 1 April 2022.
     
    Berdasarkan hasil sidang Komisi PVT yang sudah digelar pada 24 Februari tersebut, Pemkab Klaten menjadi pemerintah daerah pertama yang berhasil mendapatkan hak PVT. 
     
    “Inisiasi yang dilakukan oleh Pemkab Klaten ini luar biasa dan patut dicontoh Pemda lainnya. Menteri Pertanian telah memberikan apresiasi khusus terhadap Pemkab Klaten yang telah melakukan riset dengan memanfaatkan varietas lokal Rojolele sehingga bisa menghasilkan varietas yang spesial dari segi rasa dan bisa bermanfaat secara ekonomi, ” ungkap Erizal. 
     
    Dengan hak PVT tersebut, Erizal menyebutkan Pemkab Klaten memiliki kendali secara eksklusif mengembangkan Srinar dan Srinuk. Hak eksklusif ini diharapkan bisa bermanfaat secara ekonomi bagi petani lokal Klaten.  
     
    Bupati Klaten Sri Mulyani menyampaikan terima kasih atas perhatian pemerintah pusat, dalam hal ini PPVTPP Kementan yang memberi perlindungan terhadap varietas Rojolele Srinar dan Srinuk.
     
    "Kami bangga dapat mengawal riset dan memberdayakan varietas lokal menjadi varietas baru yang mendapatkan haak PVT. Srinar dan Srinuk kami harapkan menjadi tumpuan pendapatan petani serta menjadi ikon kebanggaaan padi Klaten, " ujarnya.
     
    Menurut hasil pemeriksaan PVT, baik Srinar dan Srinuk memiliki berbagai keunggulan genetika. Srinar memiliki bulu permukaan dan daun kuat yang cukup baik untuk ketahanan terhadap serangan hama, umur panen 104 hari setelah tanam (hst) dan dapat ditanam sebanyak 3 kali dalam setahun. Sedangkan, Srinuk memiliki umur panen 104 hst,  panjang batang 93, 09 cm, kadar amilosa agak rendah 13, 64 persen dan baik untuk kesehatan karena memiliki aroma wangi beras yang kuat.
     
    "Semoga apa yang kami lakukan ini menjadi virus positif bagi Kabupaten lainnya, " tutup Sri. (*)

    WARTAMADRASAH.COM
    market.biz.id WARTAMADRASAH.COM
    20% Rp 125.000
    Beli sekarang!

    Wirausaha

    Wirausaha

    Artikel Sebelumnya

    Rekomendasi Loungewear dari Brand Lokal,...

    Artikel Berikutnya

    Mulyanto Prihatin Cara Kerja Pemerintah...

    Berita terkait

    Peringkat

    Profle

    Suferi verified

    solmi

    solmi verified

    Postingan Bulan ini: 7

    Postingan Tahun ini: 470

    Registered: Jul 14, 2020

    Randy Pratama

    Randy Pratama verified

    Postingan Bulan ini: 6

    Postingan Tahun ini: 142

    Registered: May 25, 2021

    Mustika Rahmawati

    Mustika Rahmawati verified

    Postingan Bulan ini: 4

    Postingan Tahun ini: 42

    Registered: Mar 28, 2022

    sony

    sony verified

    Postingan Bulan ini: 3

    Postingan Tahun ini: 149

    Registered: Jul 13, 2021

    Profle

    Suferi verified

    Kapolda Jambi Disambangi Panitia Koferwil PWI
    Wabup Batang Hari Sambut Kunker Mendag Peletakan Batu Pertama SPOT Technology
    Gubernur AAU Bekali Taruna Tentang Para Dasar 
    Bupati Merangin Ajak Warga Bahagiakan Anak Yatim

    Rekomendasi

    Walikota Sungai Penuh Promosikan Produk Unggulan ke Menteri Perdagangan
    Bongkar Kasus Brigadir J, Sekjen Gerakan Mahasiswa Kosgoro Apresiasi Kapolri
    Mengenal Pupuk Dasar Menanam Cabai Rawit
    Ingin Tau Sejarah AAU ?, Museum Karbol  Dibuka Untuk Umum 
    Bupati Batang Hari bersama Baznas Serahkan Satu Rumah Bedah

    Ikuti Kami